06 August 2009

Mengapa terburu-buru?


Keledai Nasrudin jatuh sakit. Maka ia meminjam seekor kuda kepada tetangganya. Kuda itu besar dan kuat serta kencang larinya. Begitu Nasrudin menaikinya, ia langsung melesat secepat kilat, sementara Nasrudin berpegangan di atasnya, ketakutan.



Nasrudin mencoba membelokkan arah kuda. Tapi sia-sia. Kuda itu lari lebih kencang lagi.



Beberapa teman Nasrudin sedang bekerja di ladang ketika melihat Nasrudin melaju kencang di atas kuda. Mengira sedang ada sesuatu yang penting, mereka berteriak,



"Ada apa Nasrudin ? Ke mana engkau ? Mengapa terburu-buru ?"



Nasrudin balas berteriak, "Saya tidak tahu ! Binatang ini tidak mengatakannya kepadaku !"



Saya yakin kisah ini pasti menggelitik pembacanya. Mengapa ada yang sebodoh itu, dikendalikan oleh hewan yang seharusnya dikendalikan bukan mengendalikan. akan tetapi, sadarkah kita bahwa fenomena seperti itulah yang saat ini sering kita alamai namun tak kunjung kita sadari..

0 comments: